Nasab dan Kelahiran Rasulullah Saw. serta Peristiwa Pembelahan Dada - IKPM KAIRO

Jumat, 29 November 2019

Nasab dan Kelahiran Rasulullah Saw. serta Peristiwa Pembelahan Dada

Doc. Google

Nasab Rasulullah
Rasullah Saw. berkata: “Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan memilih keturunan Ismail bani Kinanah dan memilh dari Bani Kinanah Quraisy dan memilih dari Quraisy Bani Hasyim dan memilihku dari Bani Hasyim."

Adapun silsilah keturunan Rasulullah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (yang biasa di panggil syaibatul hamdi dikarenakan kemuliaan beliau yang terpuji) bin Hasyim bin Abdil Manaf bin Qushoy bin Kilab bin Murroh bin Ka'ab bin Luay bin Gholib bin Fakhir bin Malik bin Nadzir bin Kinanah bin Khuzaimah bin Madrokah bin Ilyas bin Mudhor bin Nazar bin Mua'ad bin Adnan. Dan mereka inilah yang mempuyai kedudukan dan akhlak mulia ketika masa itu yang akan meswarisi ke Rasulullah Saw.

Kelahiran Rasulullah
Rasulullah lahir pada hari Senin 12 Robiul Awal yang bertetapan dengan Ammul Fil (pasukan raja Abraha yang ingin menghancurkan Ka’bah) dan Allah menghancurkan mereka sebagai peringatan kelahiran Rasulullah yang agung.

Ketika melahirkan Rasulullah, sayyidah Aminah dibantu oleh sayyidah Syifa’ yang merupakan ibu dari Abdurrahman bin Auf. Momen kelahiran beliau ini adalah saat-saat membahagiakan bagi seluruh umat manusia, namun sayangnya ketika kelahirannya, ayah beliau telah wafat sejak beliau masih di dalam kandungan.

Sebagaimana kebiasaan bangsa Arab, setiap ada anak laki laki yang baru lahir setelah disusui ibunya, dilanjutkan disusui orang lain yang jauh dari kota Mekkah dengan alasan agar menjadi kuat dan bisa di ajarkan bahasa Arab yang baik. Maka Abdul Mutholib yang kala itu mengasuh Rasulullah mencari ibu susuan bagi Rasulullah Saw. hingga bertemu dengan sayyidah Halimah Assa’diyah dari bani Sa’ad.

Adapun berkah melimpah yang didapatkan Halimah Assa'diyah selama mengasuh Rasulullah Saw. yaitu: Keledai yang ditumpangi Halimah sangat kurus tapi ketika beliau membawa Rasulullah, jarak yang ditempuh jauh lebih cepat daripada keledai yang lain. Begitupula ketika Halimah dan suaminya merasa haus dan lapar, mereka melihat unta yang dulunya tidak terisi seketika susunya menjadi penuh hingga mereka puas dan kenyang lalu tertidur di malam yang sangat baik itu. Tempat yang dulunya kering nan tandus berubah menjadi hijau dan subur. Semua ini merupakan barakah Rasulullah Saw. yang diperlihatkan kepada orang-orang yang tinggal bersamanya.

Peristiwa Pembelahan Dada
Setelah menyusuinya selama 2 tahun, Halimah harus membawanya kembali pulang kepangkuan ibu kandungnya. Kemudian ketika Rasulullah berumur empat tahun, Halimah meminta izin kembali untuk mengasuh Rasulullah.

Demikianlah yang telah dipaparkan sederhana merupakan sebagian peristiwa kehidupan Rasulullah Saw. di tengah-tengah bani Sa'ad, hingga akhirnya terjadi peristiwa pembelahan dada. Setelah kejadian teesebut, Halimah merasa takut dan mengembalikannya kembali kepada ibunya, Aminah.

Ketika umur Rasulullah menginjak enam tahun, ibunya meninggal dan diasuh oleh kakeknya sampai beliau meninggal dua tahun setelah itu, saat itu usia Rasulullah genap delapan tahun, kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Tholib.


Hikmah dari Kehidupan Rasulullah
Adapun poin terpenting dari kisah Rasulullah di atas yaitu:

1. Nasab Rasulullah Saw. yang agung menunjukan bahwa Allah memilih bangsa Arab sebagai bangsa yang diutusnya Nabi terakhir, serta menjadikan kaum Quraisy sebaik-baiknya kaum dan menjadikan Bani Hasyim keluarga yang agung dikarenakan membawa Nutfah Rasulullah.
2. Lahirnya Rasulullah Saw. dalam keadaan yatim menunjukan bahwa Risalah yang dibawa Rasulullah bukan dari ayahnya, dan agar dirinya tidak mencintai kedudukan, harta hingga memilih zuhud dalam kehidupan dunia karena Allah sendirilah yang memeliharanya.
3. Berkah yang melimpah ketika Halimah menyusui Rasulullah menunjukan kedudukan Nabi yang agung di hadapan Rabbnya yang merupakan Rahmatan lil'alamin.
4. Kejadian pembelahan dada Rasulullah bukan karena segumpal daging yang diambil dari dadanya, tetapi menunjukan bahwa beliau sudah terjaga kesuciannya dari kecil serta menjadikan manusia percaya dengan risalah yang dibawanya.

Tim Kajian Arrazi IKPM Cabang Kairo

Tidak ada komentar: