Studi Ayat dan Surah Serta Keserasiannya - IKPM KAIRO

Selasa, 26 November 2019

Studi Ayat dan Surah Serta Keserasiannya

Ayat dan surah dalam adalah bagian penting dalam al-Quran. Maka dari sini para ulama salaf menjadikan ayat dan surah sebagai salah satu ilmu yang independen dari berbagai macam ilmu dari ulum al-Quran yang didalamnya derdapat sebagaian dari sepuluh mabadi’ ilm. Ayat secara bahasa adalah tanda kekuasaan Allah SWT sedangkan secara istilah ayat adalah bagian yang memiliki awal dan akhir yang terkandung dalam surah.

Doc. Google

Adapun jumlah ayat dalam al-Quran berjumlah 6200 lebih dan selebihnya berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan karena ketika rasul melantunkan ayat al-Quran dan berhenti diakhir ayat untuk mengajarkan kepada sahabat bahwa itu adalah akhir dari ayat, ketika para sahabat telah mengetahuinya maka rasulullah melanjutkan ayat tersebut agar maknanya sempurna. Maka dari sini sebagaian orang mengira ketika nabi berhenti di akhir ayat bukanlah akhir dari ayat itu karena rasul melanjutkan ayat tersebut agar sempurna maknanya dan sebagaian orang mengira bahwa ayat tersebut terpisah sehingga tidak dilanjutkan.

Adapun urutan ayat dalam al-Quran merupakan tauqifi (dari sisi Allah SWT) melalui malaikat Jibril AS mengantarkan wahyu kepada Rasul serta menunjukkan letak setiap ayatnya kapada rasul SAW kemudian rasulullah SAW melantunkannya kepada para sahabat serta memilih penulis wahyu untuk menuliskannya, begitu juga ketika shalat, ceramah dan dalam menerapkan hukum nabi Muhammad SAW sering mengulanginya sehingga para sahabat selalu mendengar urutan ayat tersebut. Setiap tahunnya nabi juga memperlihatkan hafalannya kepada malaikat Jibril AS dan ditahun terakhir kewafatannya nabi Muhammad SAW memperlihatkannya kepada malaikat Jibril. Tidak berhenti disitu, para sahabat ketika menghafalkan al-Quran harus dengan urutan tersebut hingga ketika ada generasi selanjutnya ketika menghafal al-Quran harus berdasarkan urutan tersebut.

Salah satu faktor yang juga menjadikan urutan tersebut terjaga sampai sekarang yakni keempat khulafaur rasyidin tidak ada yang merubah urutan tersebut seperi yang terdapat dalam mashahif yang dibuat pada masa sayidina Abu bakar dan mushaf milik sayidina Usman keduanya sesuai urutan tersebut. Surah menurut istilah berarti tingkatan dari sebuah bangunan dan secara Bahasa bermakna kedudukan. Dalam al-Quran terdapat 114 surah dan jumlah ini telah disepakati mayoritas ulama, adapun yang mengatakan 113 surah, yakni dengan menjadikan surah al-Anfal dan al-Bara’ah menjadi satu surah berdasarkan syubhat tidak ada basmallah diantara keduanya. Surah dalam al-Quran terbagi menjadi empat berdasarkan panjang dan pendeknya yang pertama Sab’u Thiwal, dari surah baqarah sampai surah al-Bara’ah. Kedua, al-Mi’un urutannya setelah al-Thiwal, dinamakan al-mi’un karna panjang ayatnya diatas serratus ayat atau yang mendekatinya. Ketiga, al-Matsani, dinamakan al-Matsani karena ayatnya diulang-ulang lebih banyak dari pada sebelumnya. Keempat, al-Mufashal dinamakan al-Mufashal, karena banyaknya pemisah dengan basmallah yang menjadikan banyaknya surah pada bagian ini.

Adapun penamaan surah dalam al-Quran merupakan tauqifi melalui nabi Muhammad yang mengajarkan kepada para sahabat sampai tabi’in. Dalam pengurutan surah dalam al-Quran terdapat banyak ikhtilaf antara ulama dan pendapat yang paling rajih adalah pendapat milik Imam baihaqi, yang berpendapat bahwa pengurutan surah dalam al-Quran sebagaian besar dari nabi Muhammad SAW dan sebagaiannya ijtihad dari para sahabat.
Adanya al-Quran terdiri dari surah-surahpun memiliki hikmah-hikmah tertentu. Pertama, agar para penghafal al-Quran mudah menghafalnya. Kedua, jumlah banyak sedikitnya ayat dalam satu surah bukanlah syaratt dari mukjizat karena satu ayat pun merupakan sebuah mukjizat. Ketiga, setiap surah dalam al-Quran mempunyai urgensi pembahasan masing-masing.

Dalam pembahasan surah kita tidak bisa lepas dari pembahasan mengenai huruf muqaatta’ah atau yang bisa disebut fawatih al-Suwar yakni huruf hijaiah yang terdapat disebagaian awal surah. hurufnya berjumlah 14 yang terdapat dalam 29 surah dalam al-Quran. Seperi yang kita tahu bahwa setiap ayat dalam al-Quran memiliki sebuah makna tapi dalam huruf muqatta’ah ulama berbeda pendapat dalam mentakwilkannya, sehingga terbagi menjadi dua mazhab. Pertama, mazhab yang bertawakkal kepada Allah SWT, dan lebih mengutamakan keselamatan daripada perpecahan dalam mentakwilkannya. Kedua, mazhab yang mentawilkannya dan dari mazhab ini terjadi banyak perbedaan dalam mentakwilkannya.

Begitu juga ilmu munasabah antara ayat dan surah dalam al-Quran adalah pembahasan penting mengenai ayat dan surah. secara Bahasa munasabah bermakna persamaan atau pendekatan antara ayat dan secara istilah adalah sisi keterikaatan ayat satu dan ayat yang lainnya dan surah satu dengan surah yang lainnya dan antara awal surah dan akhir surah. Adapun faidah dari ilmu mumasabat adalah menghubungkan bagian-bagian al-Quran sehingga dapat memperkuat keterikatan diantara ayat yang memunculkan sebuah penyampaian makna atau hukum tertentu. Kedua, menghilangkan keraguan dalam hati tentang kesinambungan antara ayat. Ketiga, membantu memahami makna ayat dan penetapan batasan antara ayat. Keempat, mengungkap hikmah pengulangan sebagian Qashash dalam al-Quran.

Sisi munasabah dalam al-Quran memiliki empat macam. Pertama, penelitian, melalui penelitian kita dapat mengetahui sisi munasabat antara ayat tapi, penelitian ini hanya bagi orang yang memiliki dasar ilmunya. Kedua, perbedaan, dengan mengetahui perbedaan antara ayat kita dapat mengetahui sisi munasabat tersebut. Ketiga, contoh penyimpangan, ketika kita mengetahui adanya contoh penyimpangan suatu kaum atau seseorang kita dapat mengetahui sisi munasabahnya. Keempat, perpindahan. Tapi ilmu ini juga terdapat ikhtilaf didalamnya antara ulama tentang pembolehannya hingga terbagi menjadi dua golongan. Pertama, yang membolehkan disini mayoritas ulama membolehkannya. Kedua, yang melarangnya, salah satunya syekh Iz bin Abdussalam yang bependapat bahwa dalam ilmu munasabah disyaratkan harus dengan keterikatan yang bagus dan memang memiliki sisi keterikatan.

Tidak ada komentar: