Keikutsertaan Rasulullah Saw dalam membangun Ka’bah serta Rahasia di Baliknya - IKPM KAIRO

Jumat, 27 Desember 2019

Keikutsertaan Rasulullah Saw dalam membangun Ka’bah serta Rahasia di Baliknya

Doc. Google

Ka’bah merupkan rumah pertama pertama yang
dibangun atas nama Allah Swt untuk beribadah kepada-Nya, dan bertauhid di dalamnya. Dibangun oleh Nabi Ibrahim As Abu al-Anbiya’ setelah peristiwa penghancuran berhala dan tempat tempat penyembahan yang dibangun pada masa itu. Ka’bah dibangun dengan wahyu dari Allah Swt dalam firman-Nya sebagai berikut :

وإذ يرفع إبراهيم القواعيد من البيت وإسماعيل ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم (البقرة : 127)

Rasulullah Saw. turut ikut serta dalam pembangunan Ka’bah dan pengulangan renovasinya sebelum waktu diutusnya menjadi nabi dan rasul.  Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan ‘Abbas Ra. mengangkut bebatuan, Abbas Ra. berkata kepada Nabi Muhammad Saw: “Ikatlah kain sarungmu pada lehermu."
Tiba-tiba Beliau tersungkur ke tanah lalu kedua matanya terbelalak menengadah ke arah langit. Lalu berkata: “Berikanlah kain sarungku.” Kemudian mengikatnya kembali dengan kuat.

Rasulullah Saw juga mempunyai pengaruh yang besar dalam memecahkan masalah yang disebabkan oleh pertentangan kabilah-kabilah untuk mendapatkan kemuliaan dalam menempatkan Hajar Aswad di tempatnya.
Rasulullah Saw. diminta untuk mengeluarkan pendapat dalam memecahkan masalah yang ada diantara mereka, karena mereka tahu bahwa Rasulullah Saw adalah orang yang terpercaya dan dicintai dari khalayak umum.

Maka dari itu, ada sebagian ulasan yang diambil dari sebagian Sirah Nabi Muhammad Saw. terkait perbaikan Ka'bah:

1. Arti penting Ka’bah
Allah Swt. menjadikan Ka’bah sesuatu yang suci serta mulia di bumi, dan dengan perintah Allah Swt kepada Nabi Ibrahim As untuk membangun dan mendirikannya, serta menjadikan sebagai rumah untuk beribadah kepada Nya serta tempat berkumpul yang aman bagi manusia. Ka'bah merupakan sesuatu yang suci dan agung bagi Allah Swt, yang menjadi simbol dari keesaan-Nya, dan yang menjadi tanda serta syiar nya dalam menghapus semua kebatilan, syirik, serta penyembahan berhala yang ada sebelumnya pada masa Nab Ibrahim.

2. Rangkaian peristiwa penting yang terjadi pada Ka’bah baik dalam pembangunan, renovasi, dan kerusakannya.
Ka’bah dibangun serta direnovasi empat kali sepanjang masa menurut riwayat yang paling pasti, tetapi masih ada keraguan dan perbedaan antara empat sebelum dan setelahnya.

Pertama : Nabi Ibrahim As untuk membangun Ka’bah yang dibantu oleh anaknya Nabi Ismail As. sebagai jawaban dari perintah Tuhan yang Maha Agung. Sebagaimana yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Berikut ini yang dari Al-Qur’an:

وإذ يرفع إبراهيم القواعيد من البيت وإسماعيل ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم -البقرة : 127
Sedangkan dalam Sunnah yang diriwatkan oleh Imam Bukhari dengan sanad Ibnu Abbas yang artinya : Ibrahim berkata: “wahai Ismail, sesungguhnya Allah memerintahkanku dengan sebuah perintah”, maka Nabi Ismail menjawab: “maka lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu," kemudian Nabi Ibrahim berkata: “apakah kamu dapat membantuku?” Nabi Ismail menjawab: “aku akan membantumu”. Nabi Ibrahim berkata: “sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membangun rumah (Ka'bah) disini”, lalu ia menunjuk ke arah bukit yang tinggi serta daerah di sekitarnya, maka ketika itu ditinggikan pondasi Baitullah, Nabi Ismail membawa batu dan Nabi Ibrahim membangunnya.

Kedua : Ketika dibangun oleh Kaum Quraisy sebelum datangnya Islam, dan Nabi Muhammad Saw ikut serta di dalamnya.
Mereka menjadikan Ka'bah dengan tinggi 18 hasta,
dan mengurangi enam hasta dari lebar sebelumnya serta membiarkan batu yang lainnya.

Ketiga : Ka'bah terbakar pada masa khalifah Yazid bin Muawiyah saat diserang oleh tentara dari Syam dibawah pimpinan Husain bin Namir Assakuni yang kala itu sedang mengepung Abdullah bin Zubair. Mereka melempari Ka'bah dengan batu ketapel, sehingga Ka'bah menjadi rapuh dan terbakar, ini merupakan siasat dari Yazid untuk menghentikan pemberontakan yang dilakukan oleh Ibnu Zubair.

Kemudian datanglah kabar kematian Yazid yang menjadikan tentara Syam yang di Mekkah menghentikan pengepungannya. Kesempatan itu digunakan oleh Ibnu Zubair (Abdullah bin Zubair) untuk berbicara di depan khalayak umum dan membangun kembali Ka'bah dan mengembalikan yang seharusnya ada padanya.

Maka Ibnu Zubair segera menegakkan tiang-tiang disekitarnya, dan menutupnya. Kemudian, mulailah mereka membangun dan meninggikan bangunan Ka’bah secara bersama-sama, serta menambah enam hasta yang telah dikurangi sebelumnya, menambah tinggi Ka’bah sepuluh hasta, lalu membuat dua pintu untuk pintu masuk dan pintu keluar.

Keempat : Ibnu Zubair pernah meletakkan dasar Ka’bah yang disaksikan oleh penduduk Makkah sebelum kematiannya, maka Hajjaj memberitahukan Abdul Malik bin Marwan tentang itu setelah kematiannya. Lalu Abdul Malik mengembalikan batu kembali ke tempatnya sebelum terjadinya perubahan, menutup pintu Ka'bah, serta mengembalikan Ka'bah seperti sedia kala.

Juga diriwayatkan bahwa, Khalifah Harun ar Rasyid berencana untuk menghancurkan Ka’bah dan membangunnya kembali sebagaimana bangunan ‘Abdullah bin Zubair, akan tetapi Imam Malik bin Anas berkata kepadanya: “Aku bersumpah, demi Allah, wahai Amirul Mukminin, janganlah engkau menjadikan Ka’bah ini sebagai permainan para raja setelah engkau, sehingga tidaklah seseorang dari mereka yang ingin merubahnya, kecuali dia pun akan merubahnya, dan kemudian hilanglah kewibawaan Ka’bah dari hati kaum Muslimin,” lalu Khalifah Harun ar Rasyid pun menggagalkan rencana tersebut.

Kelima : yang terjadi keraguan serta perselisihan pendapat di dalamnya, yaitu sebelum masa Nabi Ibrahim As. Ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa Ka'bah dibangun pertama kali oleh Nabi Adam As menurut hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi bahwa Allah Swt mengutus Malaikat Jibril kepada Adam dan Hawa untuk membangunkan sebuah rumah untuk-Nya, maka setelah mereka berdua membangunnya, Allah Swt. mewayuhkan untuk berthawaf disekelilingnya. Dikatakan kepadanya bahwa kamu (Nabi Adam As) adalah manusia pertama dan inilah rumah pertama bagi manusia (Ka'bah), namum hadist ini dhaif.

Ada juga riwayat hadits yang menyatakan bahwa orang yang pertama kali membangun Ka'bah adalah Nabi Syit.
Maka dari itu total keseluruhan dari pembangunan serta renovasi Ka'bah ada 5 kali jika dijumlah dengan pendapat yang paling akhir.

3. Kebijaksanaan Rasulullah Saw. dalam mengatasi suatu perkara dan menyelesaikan perselisihan.

4. Martabat tinggi yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.di antara para pemuka Quraisy, dan diberi nama panggilan Al-Amin yang artinya terpercaya diantara mereka.

Tim Kajian Sirah Arrazi IKPM Cabang Kairo
Sumber: Fiqhu Sirah karya Syekh Ramadhan al-Buthi

Tidak ada komentar: