Din Syamsuddin: Peran Organisasi Islam dalam Memperbarui Pemikiran Islam untuk Membangun Negara - IKPM KAIRO

Senin, 27 Januari 2020

Din Syamsuddin: Peran Organisasi Islam dalam Memperbarui Pemikiran Islam untuk Membangun Negara

Pada Ahad malam (26/1) di sela-sela kunjungan Prof. Dr. Din Syamsuddin ke Kairo ini, beliau menyempatkan untuk bershilaturahmi bersama beberapa anggota IKPM Cabang Kairo dan pelajar Muhammadiyah di Markaz Dakwah Muhammadiyah, Hay Asyir. Pembahasan yang diangkat terkait peran organisasi Islam dalam memperbaharui pemikiran Islam untuk membangun negara.

Doc. IKPM

Adapun beberapa poin penting yang beliau sampaikan dirangkum dalam tulisan ini, berikut di antaranya:

1. Bersyukur kepada Allah atas kesempatan untuk belajar di al-Azhar sebagai pusat keunggulan
pembelajaran dan pendidikan agama Islam. Al-Azhar telah memberi pengaruh besar di dunia Islam, khususnya di Indonesia. Shibghah atau pemikiran Islam di dunia berasal dari al-Azhar. Sampai-sampai Beliau mengibaratkan pemikiran al-Azhar sebagai salah satu madzhab baru.

2. Suatu keharaman bagi alumni al-Azhar untuk menganggur, khusunya ketika pulang ke Indonesia. Setiap alumni harus memiliki peran dan posisi khusunya untuk memberikan manfaat dalam masyarakat.

3. Khusunya bagi para alumni gontor yang pulang ke Indonesia harus dapat menjadi mundzhirul qaum sebagaimana yang dicita-citakan Pak Kyai dengan
jalan menjadi Muallimin/at bagi generasi - generasi masa depan. Tidak hanya itu harus pula dapat menjadi perekat umat antar golongan/kelompok. Apapun posisi dan profesinya harus bisa berguna bagi bangsa.

4. Sedikit penyesalan beliau karena belum mendapatkan peluang untuk bersekolah di Timur Tengah. Maka ketika beliau melihat beberapa hasil lulusan Timur Tengah yang kurang dapat merancang masa depannya menjadi salah satu titik poin pembahasan yang harus beliau selesaikan.

Adapun cara-cara yang beliau sampaikan
dalam merancang masa depan diantaranya sebagai berikut:

-Merancang Masa depan dengan Menciptakan "A planned future." Mulai sekarang harus tau "Mau jadi apa nantinya?"

ولتنظر نفس ما قدمت لغد

-Tak cukup hanya dengan keinginan dan mimpi- mimpi kecil, melainkan harus bermimpi besar!
 "To be good is not good enough, why not be the best."
- Merancang langkah-langkah strategis menuju impian tersebut
-Tempuh langkah-langkah yang telah dibentuk. "Kalau anda ingin mewujudkan mimpi bangunlah! Tapi kalau anda ingin meneruskan mimpi maka tidurlah!"

5. Sedikit cerita dari pengalaman beliau saat sekolah. Beliau adalah seseorang yang berambisius tinggi. Cita-cita dan mimpi beliau khususnya dalam pendidikan tak perlu diragukan lagi. Pelajaran di Gontor seperti English Story dan Mutholaah yang di mana beberapa pembahasan di dalamnya terkait dengan keadaan suasana di luar negeri seperti London dan Iskandariyah menjadi awal pemicu realisasi mimpi beliau serta ambisi besar dalam mewujudkannya.

Lulus dari Gontor beliau berkesempatan untuk melanjutkan studinya di UIN Syarif Jakarta (dulu IAIN), tak cuma-cuma beliau menjadikan Jakarta sebagai kota pilihan. Menurut perspektif beliau ibu kota merupakan pusat kota yang jauh lebih unggul dari kota-kota lain. Dalam masa pembelajaran di UIN Syarif dengan jurusan Ushuluddin ternyata beliau merasa kalah unggul dari Mahasiswa/i yang lain khususnya dalam Bahasa Arab. Tak hanya berdiam diri, beliau berinisiatif untuk bekerja di salah satu kedutaan yang dimana dapat meningkatkan kemampuan bahasa beliau.

Maktab al-Mulhaq ad-Diniy al-Sa'udi menjadi pilihan beliau untuk bermanuver tanpa bergaji. "Bondo Nekat" dan keinginan besar untuk mendalami bahasa dan memanfaatkan peluang akan menjadi salah satu bukti perjuangan dalam perjalanan mimpi beliau. ketika datang suatu peluang bagi beliau untuk ke Amerika, semua jauh lebih mudah. khusunya karena kemampuan beliau dalam berbahasa yang memang tidak perlu diragukan lagi.

6. Maka yang perlu digaris bawahi ialah:
-Harus tahu "Mau Jadi apa setelah dari Gontor?" Beliaupun menambahkan "Mungkin kalian terlambat, tapi belum terlambat"
-Manfaatkan waktu yang telah diberikan saat ini! Implementasikan ayat al-Quran yang berbunyi:

لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد

-Serta mengukur diri dengan orang-orang yang jauh lebih hebat. Ini bukanlah persolan yang hanya dapat diserahkan pada waktu!

7. Kita tak dapat bangkit sebagai pemegang suplemasi peradaban lagi, apabila pendidikan dasar menengah di Indonesia/ Negara Islam masih rendah.

Adapun salah satu usaha beliau dalam mewujudkan impian tersebut yaitu, mendirikan sekolah unggul di dunia yang berada di salah satu dusun di Sumbawa. Dengan take line "Dari desa mengubah dunia". Harapan besar beliau dari sekolah tersebut patut diapresiasi. Bagaimana tidak? Sekolah tersebut terbentuk atas dasar keinginan untuk menciptakan para scientific seperti Ibnu Sina dan al-Farabi dengan kemampuan pengetahuan agama yang cukup. Namun tidak kembali merujuk pada kurikulum yang dicanangkan oleh negara. Melainkan membentuk kurikulum baru sebagaimana visi dan misi yang beliau inginkan. Menciptakan relasi antar guru dan murid dengan pendidikan berbasis cinta dan musawah (persamaan).

Dalam segi psikologi beliau menekankan touching personal dan sex mecuirity. Dengan tetap memohon kepada Allah dan terus berusaha mewujudkan impian untuk membangun
kembali peradaban Islam berpegang pada ayat:

إن تنصر الله ينصركم ويثبت أقدامكم

Dan Mahfudzhot:
إذا صدق العزم وضح السبيل

8.  Pada akhir kalam beliau, beliau memberikan peluang bagi seluruh mahasiswa/i al-Azhar yang telah lulus S3 untuk berkontribusi dan memanfaatkan ilmunya di sekolah yang telah beliau dirikan di tersebut.

Demikian diantara beberapa poin penting yang beliau sampikan dalam shilaturrahmi tersebut. Semoga bermanfaat!

Rep: Rima
Red: Ummu

Tidak ada komentar: