Beberapa Cara Yang di Lakukan Kafir Quraisy Untuk Menghadang Dakwah Rasulullah Saw - IKPM KAIRO

Jumat, 06 Maret 2020

Beberapa Cara Yang di Lakukan Kafir Quraisy Untuk Menghadang Dakwah Rasulullah Saw

Doc. Google
Tatkala orang-orang Quraisy tahu bahwa Muhammad Rasulullah Saw. sama sekali tidak menghentikan daakwahnya, maka mereka memeras pikirannya sekali lagi. Untuk itu mereka memilih beberapa cara untuk membenamkan dakwah ini, yang bisa kami simpulkan dalam beberapa hal berikut ini:

1. Ejekan, penghinaan, olok-olok, dan penertawaan. Hal ini dimaksudkan untuk melecehkan orang-orang Muslim dan menggembosi kekuatan mental mereka. Untuk itu mereka melemparkan berbagai tuduhan yang lucu dan ejekan yang sekenanya kepada Rasulullah Saw. Mereka menyebut beliau orang yang sinting atau gila. Dan mereka menghadapi beliau dengan pandangan penuh amarah serta perasaan yang meluap-luap penuh emosi. Jika ada rekan-rekan Rasulullah Saw. yang duduk di sekitar beliau, maka mereka mengolok-olok dan berkata,”Inilah rekan-rekannya”

2. Menjelek-jelekan ajaran beliau, membangkitkan keraguan-keraguan, menyebarkan anggapan-anggapan yang menyangsikan ajaran-ajaran dan diri beliau. Mereka tiada henti melakukannya dan tidak memberi kesempatan kepada setiap orang untuk menelaah dakwah beliau. Mereka berkata tentang Al-Qur'an bahwasanya hanyalah dongeng-dongeng orang terdahulu dan tidak lain hanyalah kebohongan yang dibuat Oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain.

3. Melawan Al-Qur'an dengan dongeng-dongeng orang-orang terdahulu dan menyibukan manusia dengan dongeng-dongeng itu, agar mereka meninggalkan Al-Qur'an. Dan aktor dibalik itu semua adalah An-Nadhar bin Al-Harits. Terdpat Riwayat dari Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa An-Nadhr membeli beberapa penyanyi perempuan dari kalangan hamba sahaya. Selagi ada laki-laki yang menyatakan tidak ingin mendengar apa yang disampaikan Nabi Muhammad Rasulullah Saw, maka dia menghadiahkan seorang penyanyi itu kepadanya, yang siap melayaninya, menyiapkan makanan, minum, dan menyanyi untuknya, dengan tujuan agar dia tidak condong kepada Islam.

4. Menyodorkan beberapa bentuk penawaran, sehingga dengan penawaran itu mereka berusaha untuk mempertemukan Islam dan Jahiliyah di tengah jalan. Orang-orang Musyrik siap meninggalkan sebagian dari apa yang ada pada diri mereka dan begitu pula Rasulullah Saw.

Orang-orang Musyrik menerapkan cara-cara yang disebutkan diatas sedikit demi sedikit, untuk menghentikan dakwah setelah disebarkan secara terang-terangan sejak permulaan tahun keempat Nubuwah. Mereka tidak berani beralih ke cara penekanan dan penyiksaan dan mempertahankan cara yang disebutkan diatas selama beberapa bulan.

Tetapi setelah mereka menyadari bahwa cara ini sama sekali tidak efektif dalam menghentikan dakwah Islam, maka mereka berkumpul lagi dan membentuk sebuah panitia Khusus yang beranggotakan dua puluh lima orang. Setelah bermusyawarah dan beradu argumentasi, panitia membuat keputusan bulat untuk menghadapi Rasulullah Saw. dan sahabat-sahabat beliau.

Mereka tidak akan mengendorkan usaha dalam memerangi Islam, mengganggu beliau, menyiksa orang-orang yang masuk Islam, dan menghadangnya dengan berbagai siasat dan cara. Bahkan paman beliau sendiri, Abu Lahab selalu menggangu dan menyakiti Rasulullah Saw.selagi beliau di dalam rumah, diriwayatkan oleh Abdullah ibn Amr ibn Ash Ra. ia berkata, “ketika Rasulullah Saw. Shalat di Hijir Ismail, tiba-tiba Uqbah ibn Abi Mu'ith datang, kemudian langsung melilitkan kainnya ke leher beliau hinga tercekik. Beruntung Abu Bakar ra. Segera datang. Ia langsung merengkuh bahu Uqbah sambil mendorongnya menjauhi Rasulullah Saw. Abu Bakar ra. Ia berkata, “Apakah kalian akan membunuh seseorang hanya karena ia berkata 'Tuhanku adalah Allah'?”

Riwayat lain dinukil oleh Abdullah ibn Umar ia berkata, “ketika Rasulullah Saw. sedang bersujud dengan dikelilingi beberapa orang kafir Quraisy, tiba-tiba Uqbah ibn Abi Mut'ih datang sambil membawa jeroan Onta, kemudian melemparkannya ke atas punggung Rasulullah Saw. Beliaupun tidak mengangkat kepala. Lalu Fathimah ra. Datang dan menyingkirkan kotoran itu dari punggung beliau seraya menegur si pelaku.”Selain itu, orang-orang kafir Quraisy juga sering menghina dan mencaci Rasulullah Saw. setiap kali melintas di dekat mereka.

Sebuah riwayat yang dinukil Imam Ath-Thabari dan Ibn Ishaq menyatakan bahwa ada seorang Kafir Quraisy yang menaburkan debu ke kepala Rasulullah Saw. ketika lewat di dekat Mekah. Rasulullah Saw. pulang ke rumah dengan kepala penuh debu. Sambil menangis, salah seorang putri beliau membersihkan debu tersebut. Rasulullah Saw. bersabda, “Wahai putriku, jamganlah engkau menagis. Sesungguhnya Allah selalu menjaga ayahmu.”

Sebagaimana Rasulullah Saw, para sahabat juga mengalami berbagai bentuk penyiksaan sehingga diantara mereka ada yang tewas, buta, atau cacat. Hal ini disebabkan, mereka tidak rela melepaskan Agama Islam yang diyakininya. Gangguan dan siksaan seperti ini tidak begitu berarti bagi diri Rasulullah Saw. karena beliau memiliki kepribadian yang tiada duanya, berwibawa dan dihormati setiap orang, umum maupun khusus. Di samping itu beliau masih mendapat perlindungan dari Abu Thalib, orang yang paling dihormati dan disegani di Makkah.

Tetapi bagi orang-orang muslim, terlebih lagi mereka yang lemah, maka semua itu terasa amat berat dan pahit. Pada saat yang sama setiap kabilah pasti menyiksa siapapun yang condong kepada Islam dengan berbagai siksaan. Sedangkan orang-orang yang tidak memiliki kabilah, maka mereka diserahkan kepada para pemuka kaum, untuk mendapatkan berbagai macam tekanan, yang bila diceritakan secara detil tentu akan memiriskan hati. Wallahu A'lam bi al-Showwab.

Tidak ada komentar: