Gagas Proyek Buku, IKPM Cabang Kairo Rangkul IKPM Lintas Negara - IKPM KAIRO

Minggu, 22 Maret 2020

Gagas Proyek Buku, IKPM Cabang Kairo Rangkul IKPM Lintas Negara

Pamflet proyek kepenulisan buku IKPM Luar Negeri


IKPM Cabang Kairo luncurkan gagasan Proyek Buku IKPM Lintas Negara, sebuah inovasi dalam menciptakan media informasi bagi alumni dan santri seputar kiprah alumni di berbagai negara dan informasi perkuliahan. Gagasan ini segera ditindaklanjuti dengan koordinasi tim bentukan yang diadakan pada Selasa (10/03) lalu.

Menggandeng 19 cabang lainnya, proyek ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara IKPM luar negeri. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Bana Fatahillah selaku pembimbing.
Tim penyusun buku IKPM Luar Negeri yang diketuai Adrian Calvin (tengah)


"Tujuannya ya kita pertama sebagai ajang silaturrahim antar IKPM Luar negeri. Karena dulu pernah dengar, orang Gontor ini kalo udah keluar, maka dia kayak butiran tasbih, yang butiran-butirannya lepas kemana-mana. Nah tugasnya IKPM, untuk menyatukan butir-butir tasbih ini," jelasnya.

Ia menilai, bahwa IKPM cabang luar negeri memiliki semangat yang tinggi. Terlihat dari beragamnya pergerakan yang ada, seperti konten-konten yang dikembangkan di media sosial. Dengan menyatukan semangat antar cabang inilah, Bana optimis proyek ini akan berhasil kelak.

"Ibarat main bola kita itu satu tim, udah gak main kerja sendiri-sendiri gitu. Kita bakal mengenalkan tim kita, IKPM luar negeri ini, kepada alumni dan juga santri," imbuhnya.

Adam Huda Haqiqi, Ketua IKPM Cabang Kairo, menanggapi proyek ini dengan positif. Ia menyatakan bahwa proyek ini selaras dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKPM Pusat.

Di samping itu, ia juga memandang proyek ini sebagai salah satu wujud pengabdian alumni kepada pondok.

"Kita sebagai alumni, cara-cara mengabdi kan banyak tidak hanya mengajar. Ketika kita menerbitkan sebuah karya itu juga bisa dibilang kita mengabdi pada pondok," ujarnya.

Beranggotakan 18 orang, tim bentukan IKPM Kairo terdiri dari berbagai komposisi angkatan. Dinahkodai oleh Adrian Calvin, tim ini nantinya akan bertugas untuk memproses tulisan-tulisan yang masuk dari cabang-cabang lainnya. Mulai dari penyuntingan hingga pengaturan tata letak. Adapun percetakan, buku ini rencananya akan dicetak dan didistribusikan oleh Darussalam Press.

Calvin mengaku bahwa proyek ini memiliki tantangan tersendiri baginya sebagai ketua. Namun meski begitu, ia menilai bahwa tujuan besar yang diusung proyek ini layak diperjuangkan bersama.

"Hal yang tak terduga sebelumnya memang, namun harus disikapi dengan baik. Ini bukan perihal pribadi, namun lebih kepada tanggungjawab besar. Kemauan dan kemampuan saya dalam mengemban amanah ini harus selaras dengan tujuan bersama," ungkapnya.

Proyek buku ini diharap bisa jadi langkah awal untuk sinergitas alumni Gontor di luar negeri. Maka, sebuah keharusan bagi tiap individu untuk memberikan kontribusi terbaiknya, agar jejak alumni Gontor di seluruh dunia semakin terlihat, dan bisa menebar manfaat lebih luas.

Naya

Tidak ada komentar: