Sejarah IKPM Cabang Kairo - IKPM KAIRO

Jumat, 20 Maret 2020

Sejarah IKPM Cabang Kairo

Pendahuluan (sejarah singkat IKPM)
Doc. Shilaturahmi Akbar IKPM Cabang Kairo Bersama Bapak Pimpinan PMDG

Pada tahun 1949, Kongres Muslimin Indonesia diadakan di Yogyakarta. KH. Imam Zarkasyi turut hadir pada kesempatan itu. Beliau berangkat  menggunakan kereta uap, melewati Surabaya. Demi keamanan, beliau berangkat ditemani Mukari.

Dalam kongres Muslimin, banyak alumni Gontor yang menjadi wakil daerah dan organisasi. Pada kesempatan tersebut, Pak Zar bertemu dengan beberapa alumni Gontor, diantaranya adalah H. Idham Cholid. Pada pertemuan itu, terjadi jalinan keluarga yang sangat erat dan rasa tunggal guru yang kuat, apalagi banyak diantara alumni Pondok Modern yang sudah beberapa lama saling tidak bertemu.

Melihat betapa eratnya Pak Zar dengan beberapa alumni itu, Mukari yang menyertai beliau merasa heran, betapa eratnya hubungan antara guru dan muridnya tatkala bertemu. Melihat kenyataan itu, ia berkata: Begini pak, saya yakin cita-cita bapak akan tercapai, Pondok Modern akan abadi. Masa depannya cerah.

Kata-kata yang dilontarkan Mukari di atas merupakan cita-cita Pak Zar untuk membina ukhuwah Islamiyah. Cita-cita untuk membuat suatu organisasi kekeluargaan bagi alumni Pondok Modern yang tercetus sejak Tarbiyatul Athfal kelihatan berjalan dengan lancar dan pengaruhnya yang semakin luas di kalangan masyarakat.

Setelah Kongres Muslimin Indonesia I itu selesai, para alumni yang hadir ketika itu sepakat untuk mengadakan pertemuan, membicarakan terbentuknya organisasi kekeluargaan bagi segenap alumni. Akhirnya pertemuan yang berlangsung di rumah salah seorang alumni Gontor bernama Pak Dukhan di Ngasem, Yogyakarta, berhasil membentuk organisasi alumni yang disebut dengan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) pada tanggal 17 Desember 1949 yang kemdian diresmikan tahun 1951, dengan tujuan agar hubungan batin alumni dengan pondoknya tetap terpelihara.

Setelah terbentuknya IKPM, disusunlah AD/ART yang kemudian disahkan pada Kongres I atau Mubes I IKPM di Pondok Modern Gontor, pada 31 oktober 1951 yang bertepatan dengan Peringatan Seperempat Abad berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor, yang berlangsung pada tanggal 27 Oktober sampai dengan 4 November 1951.

Pada peringatan tersebut, IKPM mendapat amanat yang sangat berat. Sebab pada saat itu KH. Ahmad Sahal dalam pidatonya mengungkapkan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor sejak saat itu bukan lagi milik para pendiri pondok, tetapi diwakafkan kepada umat islam dan pertanggung jawaban maju mundurnya pondok diserahkan kepada para alumninya.

Sejarah IKPM Cabang Kairo

Doc. Peresmian Sekretariat IKPM Cabang Kairo

Sebagai salah satu universitas tertua di dunia, al-Azhar menjadi tujuan utama para mahasiswa muslim dari seluruh dunia. Wakafnya yang sangat luas membuatnya mampu untuk mengutus para ulama ke seluruh penjuru dunia dan memberikan beasiswa bagi ribuan pelajar untuk belajar di universitas tersebut.

Gontor menjadikan universitas al-Azhar sebagai salah satu dari empat sintesanya (al-Azhar, Aligarh, Syanggit dan Santiniketan). Pada saat itu, para pendiri gontor memandang bahwa pesantren salaf di indonesia telah mempunyai banyak  kelebihan dan keunggulan dalam membina kader umat. Tetapi  banyak yang bisa di tingatkan dari sistemnya, terutama dalam sistem wakaf untuk tetap berdiri tegak. Sehingga pemikiran ini dijadikan dasar cita-cita pendiri Gontor, kelak membuat pesantren yang tetap mengambil nilai-nilai keluhuran dari pesantren lama dan meniru al-Azhar dalam hal keabadiannya. Azhar berfokus pada pendidikannya dan tidak berpolitik praktis, serta memiliki basis wakaf  sehingga mampu memberikan beasiswa kepada seluruh pelajarnya. Maka tidak heran jika para alumni Gontor banyak yang selepas KMI meneruskan studinya di universitas al-Azhar Kairo.

Berdirinya IKPM cabang Kairo tidak dapat dipisahkan dari kunjungan KH. Imam Zarkasyi ke Kairo sebagai utusan Indonesia untuk mengikuti Muktamar Umat Islam se-Dunia (Mutamar Majma Buhuts al-Islamiyah) pada tahun 1972 bersama Menteri Agama RI ketika itu, Prof. DR. H.A. Mukti Ali. Pada saat itu sudah ada alumni Gontor yang meneruskan studinya di Universitas al-Azhar Kairo, termasuk KH. Abdullah Syukri Zarkasyi yang mendapatkan gelar Lc pada tahun 1976, kemudian meneruskan studinya di lembaga yang sama dan mendapat gelar MA pada tahun 1978.

Melihat banyaknya alumni Gontor yang meneruskan studinya di Kairo khususnya di Universitas al-Azhar, maka dibentuklah Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) cabang Kairo yang diresmikan pada tanggal 10 Juli 1979.
Tujuan didirikannya IKPM Kairo adalah untuk membantu pondok sekaligus sebagai wadah silaturrahim para alumni yang meneruskan studinya di Kairo, serta berkewajiban untuk menjaga dan menjunjung nama baik Pondok Modern Gontor dan menaati AD & ART IKPM dan segala kebijaksanaan Pengurus Pusat IKPM. Sehingga hubungan antara kyai, guru-guru, pondok serta alumninya tidak hanya berhenti di pondok saja. Sehingga ketika terjun di masyarakat, mereka tetap dibimbing dan dimonitor untuk menjalankan misinya sebagai alumni. Untuk bermanfaat, berjihad dan berjuang di masyarakat. IKPM  Kairo juga berusaha membantu pondok dalam menjalin hubungan antara pondok dengan universitas al-Azhar, sehingga hubungan antara dua lembaga tetap terjalin dengan baik dan harmonis.

Di antara bukti baiknya hubungan antara pondok dengan al-Azhar adalah kunjungan beberapa Grand Syekh al-Azhar ke Gontor, antara lain: Syekh Mahmud Syaltut dan Syekh Abdul Halim Mahmud pada tahun 70an, Syekh Jadul Haq Ali Jadul Haq pada tahun 90an, Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi saat peringatan 80 tahun Gontor pada tahun 2006, Syekh Ahmad Thayyib saat peringatan 90 tahun Gontor pada tahun 2016 dan kunjungan kedua beliau ke Gontor Putri pada tahun 2018. Bukti lain baiknya hubungan adalah pemberian beasiswa dari al-Azhar kepada santri Gontor untuk meneruskan studinya ke al-Azhar yang berjumlah 80 beasiswa. Semoga Allah SWT tetap menjaga hubungan baik antara Gontor dengan al-Azhar.

IKPM Kairo tercatat sebagai salah satu almamater yang ada di Mesir. Tidak hanya sebagai wadah silaturrahim dan perekat ukhuwah saja, tetap IKPM Kairo juga aktif dalam beberapa kegiatan yang berbasis sosial dan keilmuan. Tak lain seluruh kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman anggota IKPM Kairo, agar kelak mampu mengemban amanah pondok untuk berkiprah di masyarakat.

Dalam perjalanannya, IKPM Kairo telah beberapa kali melakukan perpindahan sekretariat yang pernah berlokasi di kawasan Rabah, Abbas Akkad, dan Nasr City. Sehingga pada akhirnya, dengan nikmat Allah SWT, IKPM Kairo berhasil membeli sebuah sekretariat permanen di kawasan Gamiek, Hay Asyir.

Adapun pergantian pengurus IKPM Kairo dilaksanakan pada Musyawarah Cabang (Mucab) setiap tahun sekali. Sampai saat ini Mucab terakhir yang dilaksanakan adalah Mucab yang ke-35 pada tanggal 13 Juli 2019, bertempat di aula KEMASS (Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan).

Dinukil dari Modul IKPM Cabang Kairo 2020

Tidak ada komentar: