Menyusun Undang-Undang Dasar yang Mengatur Kehidupan Umat Islam juga non-Muslim - IKPM KAIRO

Jumat, 29 Mei 2020

Menyusun Undang-Undang Dasar yang Mengatur Kehidupan Umat Islam juga non-Muslim

Doc. Google

Sebagai inti pondasi, ibarat sang kepala tukang membangun sebuah gedung besar
yang kokoh, pondasi ke 3 inilah kakinya.
Ibarat indonesia inilah undang undang dasarnya, dia diletakkan di akhir karena islam mengutamakan cinta dulu dalam beragama ‘‘addinu mabniyyatun alal mahabbah’’

Allah berfirman” la ikraaha fiddin”. Maka dari itu rasulullah meletakkan pondasi terpenting ini di akhir setelah menumbuhkan kecintaan antara kaum muhajirin dan ansor ,yang tumbuh dimulai dari membangun masjid yang rasulullah pun turun tangan dalam pembangunan itu bukan karena alasan sahabat kurang josh dalam bekerja, tetapi karena alasan memotivasi kaum muslimin dari situ mulailah terbangun cinta antara mereka, nah setelah itu baru rasulullah membuat pondasi ke tiga yaitu penulisan watsiqoh (undang-undang).

 Undang undang ini tercatat kurang lebih ada 80 pasal, dan kita disini akan membahas 13 pasal terpenting untuk mengambil faidah dan pelajaran.

Bismillahirraahmanirrahim
Ini adalah tulisan dari Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk kaum Mukmin

1) kaum muslimin dari Quraisy dan Yatsrib, orang-orang yang bergabung dengan mereka dan berjuang bersama mereka, sesungguhnya mereka adalah umat yang satu dan berbeda dengan manusia yang lain.

2) Kaum muhajirin dari Quraisy tetap dalam tradisi mereka, uang dilegalkan islam, mereka membayar diyat (ganti rugi pembunuhan, atau pencideraan) kepada sebagian yang lain, menebus tawanan mereka dengan cara yang baik dan adil kepada kaum mukminin

3) Kaum mukminin tidak boleh menelantarkan mufrah (orang yang mempunyai hutang banyak dan mempunyai keluarga yang banyak) dan mereka harus memberinya uang untuk penebusan tawanan atau pembayyaran diat dengan cara yang baik.

4) Sesungguhnya kaum mukmin yang bertaqwa itu bersatu dalam menghadapi orang yang berbuat aniaya terhadap mereka atau orang yang menginginkan kedzoliman besar, atau dosa, atau permusuhan, atau kerusakan terhadap kaum mukminin.

5) Orang mukmin tidak boleh membunuh orang Mukmin yang membunuh orang kafir dan orang mukmin tidak boleh membantu orang kafir dalam menghadapi orang mukmin.

6) Sesungguhnya perdamaian kaum Mukminin itu satu; orang mukmin tidak boleh berdamai dengan selain orang mukmin dalam medan perang di jalan allah kecuali atas dasar persamaan dan keadilan di antara mereka.

7) Sesungguhnya tanggungan allah itu satu. Orang terlemah di antara mereka di beri
perlindungan dan sesungguhnya orang-orang mukmin adalah pendukung bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara orang yahudi mengikuti kami, ia berhak
mendapatkan pertolongan, kebersamaan mereka tidak di dzolimi dan mereka tidak
boleh dikalahkan.

8) Sesungguhnya orang mukmin yang beriman kepada isi perjanjian ini, beriman
kepada allah dan beriman kepada hari akhir haram membela pelaku bid’ah dan melindunginya, barang siapa yang berbuat demikian ia akan mendatpakan kutukan
allah dan murkanya di hari kiamat

9) Orang-orang Yahudi harus mengeluarkan belanja bersama bersama orang-orang mukmin selama mereka masih dalam kondisi perang.

10) Sesungguhnya orang-orang yahudi bani ‘auf satu ummat bersama kaum Mukminin.
Bagi kaum yahudi agama mereka dan bagi kaum mukmin agama mereka. Budak-budak mereka dan jiwa mereka terlindungi, kecuali orang yang berbuat dzalim dan berbuat dosa ia tidak menghancurkan siapa-siapa selain dirinya sendiri dan keluarganya.

11) Sesungguhnya orang-orang yahudi terkena kewajiban pembiyayaan (infaq) dan kaum muslimin juga terkena kewajiban pembiyayaan (infaq), serta mereka berkewajiban memberikan pembelaan terhadap siapa saja yang memerangi orang orang yang terikat dalam perjanjian ini .(pastinya yang tertulis dalam perjanjian ini adalah kaum muslimin muhajirin dan ansor bersama yahudi madinah)

12)Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka tempat kemballinya ialah allah azza
wajalla dan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

13)Barang siapa yang keluar madinah aman barang siapa yang di madinah aman kecuali orang yang berbuat dzalim dan berbuat dosa.

Sesungguhnya allah melindungi orang yang berbuat baik dan orang yang bertaqwa, serta Muhammad adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Tidak ada komentar: