Sikap Kaum Kafir Quraisy Terhadap Peristiwa Isra Mi'raj - IKPM KAIRO

Jumat, 01 Mei 2020

Sikap Kaum Kafir Quraisy Terhadap Peristiwa Isra Mi'raj

Doc. Google

Kaum kafir Quraisy menganggap kejadian yang dialami Rasulullah SAW
hanya tipu daya belaka. Perjalanan Isra Rasulullah SAW dari Makkah menuju
Baitul maqdis merupakan hal yang tidak bisa dicerna oleh akal manusia. Keterbatasan manusia dalam membayangkan perjalanan yang sangat cepat dan singkat itu membuat kaum kafir Quraisy bersikeras untuk membantah dan
menganggap Rasulullah itu pembohong. Bahkan Syeikh Fauzi Muhammad Abu
Zaid dalam kitabnya Tajalliyatul Mi’raj mengatakan bahwa tempat tidur yang
sempat ditinggalkan, tidak menjadi dingin selama perjalanan Isra dan Mikraj
hingga kembalinya Rasulullah SAW. Itu artinya perjalanan Rasulullah dari Makkah ke Baitul maqdis hingga Sidratul Muntaha tidak memerlukan waktu lama. Sedangkan jika dinalar oleh pemikiran manusia, sangat tidak mungkin tempat tidur itu tetap hangat jika ditinggal dalam waktu lama.

Oleh karenanya, kaum kafir Quraisy sangat bersikeras untuk tidak percaya dan menganggap kejadian itu bohong. Mereka mulai menghasut dan menyebarluaskan kabar ini agar semakin banyak orang-orang yang tidak percaya terhadap Rasulullah SAW. Bukan hanya rakyat biasa yang mereka hasut, bahkan para pembesar kaum juga mereka hasut agar tidak percaya dengan kejadian Isra Mikraj Rasulullah SAW. Sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar ketika diceritakan kaum kafir Quraisy tentang kejadian Isra Mikraj, justru mengatakan sebaliknya,
dengan apa yang dikatakan kaum kafir Quraisy: “Jika Rasulullah berkata demikian
maka itu adalah benar, dan aku mempercayainya”.

Tidak cukup puas dengan menuduh Rasulullah SAW pembohong, kaum kafir Quraisy ingin membuktikan bahwa apa yang dituduhkan kepada Rasulullah SAW adalah benar. Sebagian dari mereka datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta gambaran Baitul maqdis secara terperinci. Tentunya mereka mempunyai keyakinan kuat bahwa Rasulullah SAW tidak mampu menggambarkan Baitul makdis secara terperinci, sehingga apa yang mereka tuduhkan terhadap Rasulullah semakin kuat. Dan jika itu terjadi mereka sangat senang, Rasulullah semakin ditertawakan dan dikucilkan akibat tuduhan kebohongan ini.

Memang tidak tersirat dibenak Rasulullah memperhatikan sudut-sudut bangunan Baitul maqdis. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Ketika Rasulullah sedang berada di kamar, gambaran Baitul maqdis itu Allah perlihatkan sedemikian rupa, sehingga Rasulullah benar-benar tau apa yang harus dijawabnya kepada kaum kafir Quraisy.

Hal itu justru hanya menambah kekufuran mereka terhadap ajaran Rasulullah. Mereka terus mencari cara bagaimana menghentikan dakwah Rasulullah. Mulai dari cacian, hinaan hingga rencana pembunuhan sudah mereka usahakan. Tapi Allah selalu menjaga Rasulullah SAW.

Tim Kajian Sirah Arrazi IKPM Cabang Kairo

Tidak ada komentar: