Di Balik Rangkaian Surat-Surat yang Rasulullah Saw Kirimkan Kepada Raja-Raja - IKPM KAIRO

Jumat, 28 Agustus 2020

Di Balik Rangkaian Surat-Surat yang Rasulullah Saw Kirimkan Kepada Raja-Raja


Doc. Google (Republika)

Ekspedisi militer (sariyyah) dilakukan setelah perang Khaibar oleh Rasulullah Saw kepada suku-suku badui di semenanjung Arab, juga kepada raja-raja dan penguasa
demi mengemban tugas untuk menyeru mereka agarbersedia memeluk Islam.

Rangkaian ekspedisi ini dilakukan pada tahun ketujuh hijriah dengan jumlah
sepuluh misi yang dipimpin oleh beberapa sahabat Rasulullah Saw.

Berangkatlah enam utusan di hari yang sama pada Bulan Muharam tahun ketujuh hijriah. Utusan pertama adalah Amr bin Umayyah Adh-Dhamiri r.a. yang diutus
untuk menemui Raja Negus (Najasyi). Utusan kedua adalah Dihyah bin Khalifah Al-Kalbi r.a. untuk menemui Raja
Heraklius (Harqal), penguasaRomawi. Utusan selanjutnya adalah Abdullah bin Hudzafah al-Sahmi. Sahabat Rasulullah Saw. ini mendapatkan perintah untuk
menghadap Kisra, penguasa Persia, guna menyerunyam Islam. Kemudian, Harits bin Umair Al-Azdi r.a. menjadi utusan keempat yang diperintahkan untuk menghadap Gubernur Bashra yang berada di bawah
kekuasaan Romawi bernama Syurahbil bin Amr Al-Ghassani.

Selain keempat utusan tersebut, Rasulullah Saw. juga mengirim beberapa utusan lainnya untuk menemui penguasa yang tersebar di Kawasan Arab.

Di samping itu, Rasulullah Saw juga banyak kedatangan delegasi dari berbagai penjuru yang menyatakan keislaman mereka. Di
antara pembesar Arab yang memeluk Islam pada masa iniadalah Khalid bin Walid r.a.dan Amr bin Ash r.a.

Petikan dan pelajaran:

Dari peristiwa pengiriman beberapa surat Rasulullah Saw. kepada raja-raja dan penguasa di sekitars Arab kala itu, kita dapat menggali beberapa dalil dan hukum, dengan ringkasan sebagai berikut:

1.Sesungguhnya misi dakwah Rasulullah Saw adalahs umat manusia, yang mencakup nilai kemanusiaan yang universal dan sama sekali tidak
mengandung fanatisme, nasionalisme, atau ajaran sempit yang hanya berlaku bagi kelompok tertentu.

2.Melihat sikap Heraklius dan para penganutnya yangm sebagai penganut agama Isa a.s, dapat diketahui kesombongan mereka terhadap
kebenaran dan keterperosokan mereka di dalam kebatilan sebagaimana banyak dilakukan kalangan Ahli Kitab.

3.Tindakan RasulullahSaw. mengenakan cincin segel yang terbuat dari perak menjadi dalil diperbolehkannya untuk memakai cincin perak, serta mengukir nama di atasnya.

 4.Dari peristiwa pengiriman utusan kepada raja-raja, dapat dipetik hikmah bahwasannya salah satu persiapan terpenting untuk berdakwah adalah penguasaan objek bahasa.

5.Dengan memperhatikan dari waktu pengiriman utusan kepada penguasa dan raja-raja, dapatd hikmah bahwa umat Islam terlebih dahulu wajib berdakwah kepada kalangannya, kemudianb mendakwahi lainnya.

Tim Kajian Sirah Arrazi IKPM Cabang Kairo

Tidak ada komentar: