Poin Penting Pemetaan Ilmu Syar'iyah Bersama Al-Ustadz Arif Assofi - IKPM KAIRO

Senin, 14 September 2020

Poin Penting Pemetaan Ilmu Syar'iyah Bersama Al-Ustadz Arif Assofi


Demi mempersiapkan kelancaran mahasiswa baru untuk memasuki bangku kuliah, IKPM Kairo mengadakan seminar ‘Dauroh Khoritoh Al-Ulum Al-Syar’iah Al-Islamiyah’ bersama Al Ustadz Arif Assofi Lc., Dpil, di sekrtariat IKPM Cabang Kairo dan juga disiarkan di Youtube IKPM cabang Kairo dan Via Zoom. Seminar ini merujuk pada kitab Al-Fawaid Al-Badi’ah dan Al Mu'id Fi Adabil Mufid wal Mustafid.

Diawal pembahasan Arif senantiasa mengingatkan kita bahwa belajar itu perlu dan penting,  ia juga menjelaskan bahwa ada 3 sisi khoritoh ilmu yang harus kita ketahui yaitu:

  1. Hubungan antara ilmu/ martabat antara ilmu.

  2. Ilmu dilihat dari segi hukum mempelajarinya.

  3. Seorang penuntut ilmu harus tahu ilmu apa saja yang harus dipelajari.

Syar’iyah adalah madlul wahyi; makna yang dicangkup dari wahyu

Ulumu Syar’iyah dibagi menjadi 5:

  1. Al-Qur’an

  2. Hadist

  3. Akidah/Ushuluddin

  4. Fiqh

  5. Tazkiyah/Tassawuf

Yangmana Al Quran dan Hadist termasuk dari wahyu dan tiga sisanya adalah pembagian dari wahyu itu sendiri.

Macam-macam ilmu :

  1. Ilmu Arabiyah

ilmu ini yang menjaga kita supaya tidak salah dalam pengucapan bahasa arab, dibagi menjadi 2 yaitu ushul dan furu’. Ushul membahas tentang perubahan kata misalnya ilmu shorof,nahwu,matnil lughoh. Sedangkan furu’, membahas tentang cara penulisan bahasa arab misalnya khat, insya’, mengarang syi’ir.

  1. Ilmu Aqliyah (ilmu nalar)

Sumber ilmu ‘aqliyah, dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Al Quran

  • yang berhubungan dengan makharijul huruf ilmu tajwid

  • yang mempelajari tentang cara membaca Al Quran qiraah

  • yang mempelajari makna Al Quran tafsir

  1. Hadits

  • yang membahas dari segi riwayat ilmu dhiroyatul hadist

  • yang membahas makna hadist ilmu riwayatul hadist

Lalu cabang ilmu aqliyah terdiri dari:

  1. Ilmu Ushuluddin

Ilmu yang membahas tentang aqidah (benar/salah), ada beberapa cabang darri ilmu ushuluddin ini yaitu:

  1. Dakwah

  2. Firo'

  3. Mihal

  1. Ilmu Fiqh

yaitu ilmu yang membahas tentang perilaku manusia, dibagi menjadi:

  1. Qowaid

  2. Tarikh tasyri’


  1. Ilmu Tasawwuf

Yaitu ilmu yang berhubungan dengan ilmu hati

Lalu ada beberapa pelengkap ilmu ‘aqliyah (takmili ilmu ‘aqliyah) yaitu: 

  1. Ilmu jabar

  2. Ilmu hisab 

  3. Ilmu mantiq 

  4. Ilmu bahs

  5. Ilmu ushul fiqh

Sedangkan ilmu dari segi hukum mempelajarinya dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Fardu ‘ain

Yaitu ilmu yang wajib kita ketahui karena berkaitan dengan sesuatu yang akan kita lakukan, seperti sholat; karena kita wajib melakukan sholat maka kita wajib mempelajari fiqh sholat

  1. Fardhu Kifayah

Yaitu ilmu yang apabila dalam satu golongan itu sudah ada yang melakukan maka gugur kewajiban lainya,ilmu dengan fardu kifayah dibagi menjadi 2 golongan:

  1. Berkaitan dengan iqomatu diin (agama) yaitu seperti menghafal al-quran,mempelajari ilmu hadist, nahwu, shorof.

  2. Berkaitan dengan iqomatu dunya (dunia) yaitu seperti ilmu kedokteran, faroidh, matematika.

Sunnah 

  1. Sunnah, contohnya adalah haji dan berdagang

Dan yang harus dipelajari/diutamakan  oleh seorang thalabul ilmi adalah:

  1. Ilmu yang bersifat fardu ‘ain

  2.  Menghafal Al-Qur’an Mutqin

  3.  Menghafal matan setiap ilmu

  4.  Fiqh, Nahwu, Shorof

  5.  Hadist

  6.  Ushul Fiqh

  7. ’Aala ma tayassara, semampu kita untuk belajar

Terakhir, seminar ini  ditutup denngan sesi Tanya jawab,dengan rincian sebagai berikut:

  • Apakah kita bisa belajar tanpa harus ada pengajar? Membaca sendiri misalnya?

Jawaban: Bisa, dengan syarat ilmu itu bisa dipelajari sendiri dengan syarat

  1. Ilmu yg berlandaskan eksperimen

  2. Bukan ilmu syar'i karena bisa dipelajari tanpa guru

  3. Merupakan simbolisasi Al-qur'an dan rosul

  • Bagaimana standar pemahaman ilmu.?

Jawaban: tergantung guru masing-masing ilmu tersebut

  • Jika kita mempelajari ilmu hadits/tafsir, sedangkan masyarakat membutuhkan ilmu syar'iyah atau ilmu fiqh, bagaimana cara takhosusnya?

Jawaban: tidak ada takhosus dalam ilmu, karena semua ilmu bisa dipelajari secara bersamaan





                                                                             

Tidak ada komentar: