Inilah 5 Nasehat Syekh Ahmad Mahmod Syarif kepada Penuntut Ilmu - IKPM KAIRO

Senin, 21 Desember 2020

Inilah 5 Nasehat Syekh Ahmad Mahmod Syarif kepada Penuntut Ilmu



Menjelang ujian termin 1 Universitas Al-Azhar, IKPM Kairo adakan penutupan kegiatan Termin 1 yang dilanjutkan dengan Takrim Mutafawwiqin, yang dihadiri oleh Syekh Ahmad Mahmod Syarif, salah satu syekh Al-Azhar. Beliau Menasehati segenap keluarga IKPM Kairo yang hadir di aula KSW, dengan 5 nasehat bagi penuntut ilmu. 


Yang pertama,  

علوم الشريعة نور ينتقل بين الصدور

Ilmu itu cahaya yang berpindah dari hati ke hati. 

Penuntut ilmu harus belajar ilmu agama secara talaqqi yaitu dengan belajar langsung dari syekh atau gurunya. Mengingat bahwa, wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah Saw melalui Jibril As menggunakan metode talaqqi (penyampaian secara langsung).



Yang kedua, 

أن نتلقى بمنهج صحيح 

Talaqqi (belajar) dengan manhaj yang shohih. Karena 

'شيخ بلا منهج لا شيء و منهج بلا شيخ لا شيء'. Atau Syekh (guru) tanpa metode tidak ada apa-apanya dan metode tanpa syekh (guru) tak ada apa-apanya. 



Yang ketiga, 

لابد للطالب أن يتفرغ في العلم تفريغ الوقت

Penuntut ilmu harus menggunakan waktunya untuk ilmu. "Singkirkan apa yang mengganggu belajar kamu di Mesir ini," ujar salah satu Syekh Al-Azhar ini. 



Yang keempat, 

أن تكون عندك مكتبة تساعدك على طلب العلم 

Kamu harus punya perpustakaan yang membantumu dalam menuntut ilmu. 

Yang dimaksud maktabah disini adalah kitab atau buku. Beliau mengisahkan bahwa dirinya menyisihkan uangnya setiap hari untuk membeli buku, hingga ia berjalan pulang, dan menyimpan uang transportasinya untuk membeli buku. 


Yang kelima, 

حسن الخلق و التصوف

Berakhlak baik dan beradab.

Karena keempat hal tersebut tidak akan sempurna dengan akhlak yang baik. Beliau juga mengisahkan tentang salah satu 'alim yang mempunyai ilmu, harta dan menjadi imam di salah satu masjid. Lalu pada suatu hari, seseorang melihatnya menjadi penggembala kambing dan menjadi nasrani. Ia pun bertanya kepada sang' alim tersebut, "Apa yang membuatmu menjadi nasrani dan penggembala kambing? Padahal dulu dirimu adalah seorang imam masjid dan 'alim," lalu ia menjawab, "Dulu aku melihat seorang wanita yang cantik, lalu aku suka padanya, dan setelah kutanya, dia adalah seorang nasrani. Kemudian kuminta dia menjadi istriku, tetapi ia memberikanku syarat untuk menjadi nasrani dan menggembala kambingnya, dan akupun menyutujuinya. Dan satu-satunya ayat Al-Qur'an yang kuingat sekarang adalah (رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَوۡ كَانُوۡا مُسۡلِمِيۡنَ). Tapi pada akhirnya, iapun beraubat dan memeluk agama islam. 



Terakhir, acara ini ditutup dengan takrim mutafawwiqin dengan rincian jumlah mumtaz banin 10 orang, banat 18 orang dan jayyid jiddan banin 30 dan banat 59.  Secara keseluruhan jumlah mutafawwiqin IKPM Kairo adalah 110 orang.


Rep: Haya F Nabila 

Red: Zaki

Tidak ada komentar: