Pembebasan Makkah (1): Pengkhianatan Klausul dan Kelanjutan Janji Kemenangan - IKPM KAIRO

Jumat, 02 April 2021

Pembebasan Makkah (1): Pengkhianatan Klausul dan Kelanjutan Janji Kemenangan


Dalam momentum bulan Ramadhan ada kesan yang tak terlupakan bagi umat Islam. Peristiwa itu terkenal dengan Fathu Makkah atau Pembebasan Mekah. Peristiwa tersebut disebabkan pengkhianatan sekutu Quraisy, suku Bakr, atas penyerangan mereka kepada sekutu muslimin, suku Khuzaah. Yang mana penyerangan itu adalah sebuah pelanggaran janji yang telah disepakati oleh pihak kafir Quraisy dan pihak muslim Madinah pada klausul Hudaibiyah di tahun 6 Hijriah.

Rasulullah Saw. tak tinggal diam, beliau mengerahkan pasukan siap perang dengan persenjataan dan pasukan yang belum terbayangkan sebelumnya. Benar-benar menjadi titik balik keadaan umat muslim pada saat itu. Tapi walaupun dengan kesiapan perang yang sangat siap, ketika Mekah sudah mudah dijangkau muslim, Rasulullah Saw. membagi pasukan menjadi lima kelompok dan menyerukan agar pasukan memberlakukan penduduk Mekah dengan baik tanpa melakukan pertumpahan darah dan penyiksaan kecuali kepada beberapa orang yang memang diwasiatkan untuk dibunuh.


Akhirnya dengan strategi Rasulullah Saw., setiap gerbang-gerbang Mekah dapat dikuasai muslimin. Rasulullah Saw. menyingkirkan segala kemusyrikan di dalam dan sekitar tanah suci Mekah dengan kemuliaan. Semua berhala disingkirkan, para tokoh yang memusuhi Islam dibunuh, dan banyak dari tokoh Quraisy akhirnya memeluk Islam.


Pidato Rasulullah Saw. membuat perubahan besar pada bumi suci itu. Mulai dari detik itu jahiliyah hanyalah sebuah kata. Kemusyrikan tak boleh lagi singgah dan kesucian Kabah kembali ke asalnya. Rasulullah Saw. bahkan tak memperkenankan kedzaliman seenaknya menjajah Islam. Dan janji kemenangan itu sangat terlihat nyata.


Tentunya banyak hikmah yang dapat kita sebagai umat muslim ambil dari pembebasan kota Mekah yang notabene adalah rentetan janji kemenangan dari Allah kepada muslimin.


Umat Islam pasti akan menang asal tetap berpegang teguh pada iman dan takwa. Allah Swt. dalam firman-Nya memberikan janji kemenangan Islam dengan kata al-fath bukan dengan kata penjajahan, ekspansi, eksekusi. Yang mana merupakan pengenalan kosa kata baru dalam sejarah peradaban Islam bahwa kemenangan yang hakiki adalah dengan membuka pintu-pintu kebaikan dan menyebarkannya di seluruh umat dunia.


Sebagaimana yang sudah kita kaji pada kesempatan sebelumnya. Bahwa ternyata pengaruh perjanjian Hudaibiah pada tahun 6 Hijriah adalah pembuka dari rentetan kejayaan Islam. Di mana awalnya sahabat menyangka itu adalah sebuah kerugian besar bagi umat Islam. Tapi Rasulullah Saw. dengan wahyu Allah Swt. dengan yakin menyampaikan bahwa perjanjian ini adalah gerbang pembuka kemenangan Islam. Pada masa itu, umat muslim sudah sampai pada puncak penyebaran agama Islam. Terlebih setelah menaklukan yahudi pada perang Khaibar dan juga pengiriman duta-duta Islam ke raja-raja seluruh dunia.


Fathu Makkah adalah salah satu peristiwa kejayaan terbesar dalam pandangan sejarah Islam. Banyak ulama-ulama menukil ceritanya untuk disampaikan pada majelis-majelis ilmu untuk diambil pelajarannya. Agar umat Islam bisa berkaca bahwa dulu kita bisa berjaya dengan menyebar kebaikan dan kemuliaan di bumi. Namun agaknya nilai-nilai kebaikan yang dicontohkan Rasulullah Saw. kian lama kian memudar. Menyebabkan umat Islam juga kian lama kian terpukul mundur dari segala sisi, sedang kedzaliman terjadi di mana-mana, bahkan kemunafikan menjamur pada hati-hati yang agaknya mengaku muslim. Naudzubillah.


Tim Kajian Arrazi IKPM Cabang Kairo


Tidak ada komentar: