Pembebasan Makkah (3): Kekhawatiran Quraisy Atas Pelanggaran Kalusul - IKPM KAIRO

Jumat, 02 April 2021

Pembebasan Makkah (3): Kekhawatiran Quraisy Atas Pelanggaran Kalusul


Berangkatnya Abu Sufyan ke Madinah dengan maksud untuk memperbaiki perjanjian yang disepakati meperlihatkan tingkah laku kaum Quraisy yang sebenarnya, karena mereka tidak ingin Rasullah Saw. mengetahui apa yang telah terjadi di Mekah. Setelah mendapat informasi tentang pengkhianatan ini, Rasulullah Saw. memberitahukan kepada para sahabat, Sepertinya Abu Sufyan akan mendatangi kalian untuk membuat perjanjian lagi dan ingin memperpanjang temponya. Dan benar adanya, sesampainya di Madinah Abu Sufyan bertemu dengan Budail bin Warqa dan bertanya kepada Budail, Dari mana engkau wahai Budail? tanya Abu Sufyan.

Aku dan beberapa orang dari Khuzaah ini baru saja dari pesisir pantai dan perkampungan di lembah itu jawab Budail.


Karena Abu Sufyan merasa dibohongi oleh Budail maka Abu Sufyan mencari cara lain untuk mendapatkan informasi apakah Muhammad Saw. sudah mengetahui keadaan Mekah. Maka pergilah Abu Sufyan ke tempat putrinya yang tidak lain adalah istri dari Rasulullah Saw. yaitu Ummu Habibah, namun Abu Sufyan juga tidak mendapatkan informasi apapun dari anaknya. Abu Sufyan masih berusaha mencari informasi, bertanyalah Abu Sufyan kepada Abu Bakar as-Siddiq, Aku tidak sudi melakukannya.


Lalu ia pergi bertemu Umar bin Al-Khatab umar berkata, Layakkah aku meminta pertolongan bagi kalian kepada Rasullah Saw.? Demi Allah, kalaupun aku hanya mendapatkan semut yang memerangi kalian, tentu aku akan ikut mereka untuk memerangi kalian.


Abu Sufyan tak menyerah begitu saja. Abu Sufyan menemui Ali bin Abi Thalib beserta istri dan anaknya namun tidak ada jawaban juga atas pertanyaan Abu Sufyan. Maka dari sini Abu Sufyan sudah mulai menyerah untuk membujuk para sahabat agar membantunya. Abu Sufyan meminta saran kepada Ali bin Abi Thalib maka Ali menyarankan, Demi Allah aku tidak melihat lagi sesuatu pun yang berguna bagimu. Bukankah engkau pemimpin Suku Kinanah? Bangkitlah dan berilah perlindungan di antara orang-orang kemudian pulanglah ke tempatmu.


Maka dengan saran yang diberikah Ali bin Abi Thalib pergilah Abu Sufyan bertemu Rasulullah Saw. yang berada di masjid dan merubah perjanjian secara sepihak. Bagaimana mungkin merubah perjanjian seorang diri di depan para sahabat dan pada saat itu Rasulullah Saw. sudah mengetahui apa yang sedang terjadi di Mekah. Dengan kejadian ini maka Abu Sufyan bertolak ke Mekah dengan tangan kosong, tidak ada jalan lain selain perang.


Tim Kajian Arrazi IKPM Cabang Kairo

Tidak ada komentar: